Sebuah Rindu yang Tersandera di Pinggir Jalan Raya DigitalBayangin deh: lu lagi nyetir jauh, jalanan lurus monoton kayak timeline medsos yang isinya cuma konten jualan sama political rant. Lelah itu nempel di kelopak mata kayak aplikasi berat yang auto-start tanpa permisi. Di tengah gurun digital itu, ada satu oasis yang terbayang: secangkir kopi yang uapnya nari-nari kayak GIF meme legenda, ditemani sebatang rokok yang asapnya meliuk lebih elegan daripada infografis tren pasar saham.Tapi ini bukan sekadar ngantuk biasa, bro. Ini ngantuk tingkat dewa.

Ngantuknya para pejuang keyboard yang tangannya sudah hafal pola setiap shortcut Ctrl+C dan Ctrl+V. Nah, di tengah zonk-nya itu, ada satu nama yang melintas: Mang Asuy.Dia itu kayak pengembara tanpa kuda di padang savana World Wide Web. Petualangnya bukan cari harta karun, tapi mungkin cari artikel yang belum ke-index, atau video tutorial yang nggak pake introlagi panjang. Jalannya udah jauh, tapinya… sunyi. Sepi. Kayak grup chat kantor pas lagi nggak ada project dadakan.Dan di titik puncak ke-sepi-an itulah, kerinduan itu menyerang. Bukan rindu mantan atau rumah. Tapi rindu yang lebih primal: “Kepingin kopi dan rokok”.Kopinya itu nggak harus yang fancy kayak cold brew dalgona latte dengan nama sepanjang tagar. Cukup yang hitam pekat, pahitnya nyata kayak kritik netijen, tapi hangatnya merasuk sampai ke tulang-tulang tangan yang pegel ngetik. Itu kopi yang jadi penanda bahwa kita masih manusia, bukan bot yang cuma bisa reply automatic.Rokoknya? Itu batang kecil penghasil asap itu.

Bukan sekadar nikotin. Tapi jeda. The ultimate pause button di tengah video kehidupan yang diputar dengan kecepatan 2x. Saat semuanya serba cepat—download, upload, buffer—rokok itu memaksa kita untuk pelan. Untuk sekadar menatap titik api yang membara, sembari otot di pikiran yang kaku perlahan-lahan diregangkan.Tapi nahasnya, buat Mang Asuy si pengembara maya ini, kedua benda penyelamat itu cuma jadi mirage. Bayangan di kejauhan. Ada keinginan, tapi nggak ada “sedikitpun kesadaran” dari semesta—atau mungkin dari kita yang lagi enak-enak nyruput—untuk ngelepasin sebatang atau secangkir buat dia.Jadilah dia tersandera di persimpangan antara kantuk dan koneksi. Ingin sekali merasakan kenikmatan itu. Bukan cuma kopi dan rokok sebagai benda, tapi sebagai simbol jeda yang diakui. Pengakuan bahwa di balik layar ada manusia yang lelah, yang pikirannya perlu distel ulang, yang kreativitinya perlu di-recharge dengan ritual sederhana.Mungkin kita semua, di suatu titik, adalah Mang Asuy. Pengembara di jalan raya data yang kepingin berhenti sejenak di rest area, tapi nggak tau harus mampir di mana. Hanya bisa memandang layar, dengan bayangan secangkir kehangatan dan sebatang keheningan yang… masih jauh dari jangkauan.Jadi, lain kali sebelum nge-scroll tanpa tujuan, coba berhenti. Ambil kopimu. Bayangkan ada satu gelas lagi di seberang layar, untuk para Mang Asuy yang masih bertualang. Karena kadang, solidaritas paling modern itu sederhana: mengakui bahwa kita sama-sama butuh jeda, di dunia yang nggak pernah tidur ini.Selamat beristirahat, para pengembara. Meski kopi maya ini cuma imajinasi, setidaknya kita tahu: kita nggak sendiri dalam keinginan itu.

Hukum Pidana Kumpul Kebo 2026…

JAKARTA, Porosdaerah – Pasangan yang menjalani hidup bersama tanpa ikatan perkawinan resmi, atau yang…

IWS dan LVRI Perkuat Jejaring,…

Porosmedia.com | Jakarta, 1 Januari 2026 – Dalam sebuah pertemuan strategis, Dewan Pengurus…
Image Property : newstasikmalaya

Patroli Intensif Polres Tasikmalaya Kota…

Tasikmalaya, 1 Januari 2026 – Menjelang perayaan pergantian tahun, jajaran Polres Tasikmalaya Kota…

Ketika Sedekah Kembali Berbuah Tak…

Suasana masjid di Madinah sepulang shalat jamaah terasa tenang. Nabi Muhammad SAW…

Dari Badui yang “Kasar” hingga…

Tasikmalaya | MADINAH – Suasana tenang di Masjid Nabawi suatu siang tiba-tiba…

Seorang Budak yang Doanya Dikenal…

Kehidupan seorang ulama besar pada abad ke-2 Hijriah seringkali dicatat dengan tinta…

Sabar, Shalat, dan Pengakuan Jiwa

Tasikmalaya |“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat)…

Abu Hurairah dan Perlindungan Ayat…

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (RA) merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ…

Putri Candrawathi Menemukan “Skincare Terbaik…

JAKARTA – Jika Anda mengira mukjizat hanya terjadi di zaman nabi, Anda…

Kepingin Kopi dan Rokok

Sebuah Rindu yang Tersandera di Pinggir Jalan Raya DigitalBayangin deh: lu lagi…

Hukum Pidana Kumpul Kebo 2026…

JAKARTA, Porosdaerah – Pasangan yang menjalani hidup bersama tanpa ikatan perkawinan resmi, atau yang…

IWS dan LVRI Perkuat Jejaring,…

Porosmedia.com | Jakarta, 1 Januari 2026 – Dalam sebuah pertemuan strategis, Dewan Pengurus…
Image Property : newstasikmalaya

Patroli Intensif Polres Tasikmalaya Kota…

Tasikmalaya, 1 Januari 2026 – Menjelang perayaan pergantian tahun, jajaran Polres Tasikmalaya Kota…

Ketika Sedekah Kembali Berbuah Tak…

Suasana masjid di Madinah sepulang shalat jamaah terasa tenang. Nabi Muhammad SAW…

Dari Badui yang “Kasar” hingga…

Tasikmalaya | MADINAH – Suasana tenang di Masjid Nabawi suatu siang tiba-tiba…

Seorang Budak yang Doanya Dikenal…

Kehidupan seorang ulama besar pada abad ke-2 Hijriah seringkali dicatat dengan tinta…

Sabar, Shalat, dan Pengakuan Jiwa

Tasikmalaya |“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat)…

Abu Hurairah dan Perlindungan Ayat…

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (RA) merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ…

Putri Candrawathi Menemukan “Skincare Terbaik…

JAKARTA – Jika Anda mengira mukjizat hanya terjadi di zaman nabi, Anda…

Kepingin Kopi dan Rokok

Sebuah Rindu yang Tersandera di Pinggir Jalan Raya DigitalBayangin deh: lu lagi…