Home Artikel Abu Hurairah dan Perlindungan Ayat Kursi

Abu Hurairah dan Perlindungan Ayat Kursi

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (RA) merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang paling masyhur. Julukannya, “Abu Hurairah” (ayah kucing kecil), berasal dari kegemarannya merawat dan bermain dengan kucing. Beliau terkenal karena ketekunannya dalam menyertai Rasulullah ﷺ, sehingga menjadi periwayat hadits terbanyak. Keistimewaan utamanya adalah kekuatan hafalannya yang luar biasa, sebuah karunia yang secara khusus dimohonkannya kepada Rasulullah ﷺ dan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Suatu ketika di bulan Ramadan, Rasulullah ﷺ menugaskan Abu Hurairah RA untuk menjaga gudang zakat (ushul sadaqah), tempat penyimpanan bahan makanan yang akan didistribusikan kepada fakir miskin dan mustahik lainnya. Tugas ini amat penting untuk memastikan amanah umat tersalurkan kepada yang berhak.

Ujian Tiga Malam Berturut-turut

  • Malam Pertama, Abu Hurairah menangkap seorang pencuri yang menyusup ke gudang. Si pencuri mengiba, mengaku terpaksa mencuri demi menyambung hidup keluarganya yang kelaparan, dan berjanji tidak akan mengulang. Tergerak oleh rasa iba, Abu Hurairah melepaskannya.
  • Malam Kedua,  Kejadian serupa terulang. Pencuri yang sama kembali tertangkap dan mengulangi permohonannya dengan alasan yang menyayat hati. Sekali lagi, belas kasihan Abu Hurairah mendorongnya untuk memberi kesempatan kedua.
  • Malam Ketiga, Sang pencuri muncul lagi. Kali ini, Abu Hurairah bersikap tegas. “Kali ini engkau pasti akan kuhadapkan kepada Rasulullah ﷺ!” serunya. Ia tak ingin amanah yang diembannya terkhianati untuk ketiga kalinya.

Tipu Daya Setan dan Pemberian yang Bermakna

Saat hendak dibawa, si pencuri membuat tawaran yang tak terduga, “Lepaskan aku, dan aku akan mengajarkanmu suatu kalimat yang akan membuat Allah menjagamu sepanjang malam.”
Penasaran, Abu Hurairah bertanya. Pencuri itu berkata, “Bacalah Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) dari awal hingga akhir ketika hendak tidur. Maka, akan senantiasa ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari.”
Setelah mengucapkan itu, pencuri tersebut lenyap secara tiba-tiba.

Penjelasan Rasulullah ﷺ dan Hikmah di Balik Peristiwa

Di pagi hari, Abu Hurairah segera melaporkan kejadian ganjil itu kepada Rasulullah ﷺ. Mendengar ceritanya, Rasulullah ﷺ bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya pencuri itu adalah setan.”
Beliau menjelaskan bahwa setan telah berdusta dan menipu Abu Hurairah dengan menyamar sebagai manusia yang memelas. Namun, ada satu hal yang benar dalam tipu dayanya, yaitu tentang keutamaan Ayat Kursi.
Rasulullah ﷺ pun menegaskan, “Adapun perkataannya (tentang keutamaan Ayat Kursi) itu benar, meskipun dia (sang pencuri) pendusta.”

Keutamaan Ayat Kursi

Kisah ini, yang diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari, menjadi salah satu landasan kuat tentang keutamaan membaca Ayat Kursi sebagai perlindungan. Ayat ini disebut sebagai ayat teragung dalam Al-Qur’an (HR. Muslim). Berikut beberapa keutamaannya berdasarkan hadits dan catatan para ulama:

  1. Pelindung dari Gangguan Setan, Sebagaimana inti kisah di atas, membacanya sebelum tidur akan menjadikan Allah menugaskan malaikat untuk menjaga pembacanya hingga subuh.
  2. Kunci Masuk Surga,  Membacanya setelah setiap shalat fardhu menjadi wasilah untuk dimasukkan ke dalam surga (HR. An-Nasa’i).
  3. Pembuka Rezeki dan Ilmu, Para ulama salaf seperti Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Al-Wabilush Shayyib menyebutkan bahwa Ayat Kursi memiliki pengaruh besar dalam memohon perlindungan, kesembuhan, dan kelapangan rezeki.
  4. Pengingat Keagungan Allah, Kandungan ayat yang mendeskripsikan sifat Allah Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri, dan Kekuasaan-Nya yang meliputi langit dan bumi, menguatkan tauhid dan ketenangan hati seorang muslim.

Hikmah yang Dapat Dipetik

  1. Kebijaksanaan dalam Bersikap, Kisah ini mengajarkan keseimbangan antara ketegasan dalam menegakkan amanah dan kelembutan hati. Namun, juga mengingatkan untuk tidak mudah tertipu oleh pengulangan kesalahan yang disertai dalih.
  2. Strategi Setan yang Halus,  Setan dapat datang dalam wujud yang tidak terduga, bahkan menyelipkan kebenaran (tentang keutamaan ayat) untuk menutupi kebatilan dan tipu dayanya (melepaskan tahanan).
  3. Kebenaran Tetap Bermuara pada Sumbernya: Sekalipun disampaikan oleh sumber yang tidak terpercaya (setan), jika suatu informasi sesuai dengan wahyu dan sabda Nabi ﷺ, maka kebenarannya diakui. Namun, kita wajib mengambil ilmu dari sumber yang otentik dan terpercaya.
  4. Amalan Perlindungan Sehari-hari,  Ayat Kursi bukan hanya bacaan sebelum tidur, tetapi juga dianjurkan dibaca setelah shalat, ketika masuk rumah, dalam ruqyah, dan di berbagai kesempatan sebagai bentuk tawakkal dan memohon perlindungan Allah.

Dengan demikian, kisah Abu Hurairah RA ini bukan sekadar cerita pengantar tidur, melainkan pelajaran mendalam tentang amanah, ujian iman, tipu daya musuh, dan keagungan salah satu ayat paling mulia dalam Al-Qur’an yang dijadikan wasilah perlindungan oleh orang-orang beriman sepanjang zaman.

@arsyslow JBL Phantom K8 Bluetooth Stereo Senjata Wajib Buat Gaming Lo! Buat yang serius main game, ini trio fitur JBL Phantom K8 yang bakal bikin performa lo naik #gajiansale #lagimurah #powershop #fyp #jbl ♬ suara asli – Mang AsuY – Mang Asuy

Exit mobile version