JAKARTA – Jika Anda mengira mukjizat hanya terjadi di zaman nabi, Anda kurang piknik ke Mahkamah Agung atau Lapas Kelas II A Tangerang. Di sana, hukum fisika tidak berlaku: waktu bukan berjalan maju, melainkan menyusut.

​Bintang utama kita, Putri Candrawathi—sosok yang namanya akan tercatat dalam buku sejarah sebagai “Istri Pejabat Paling Beruntung Sedunia”—kembali membuktikan bahwa iman dan formulir administratif adalah kombinasi maut yang bisa membelah jeruji besi.

​Diskon 50% + Cashback Remisi

Mari kita apresiasi strategi “belanja hukuman” ini. Bermula dari angka 20 tahun yang tampak kokoh seperti beton, Mahkamah Agung (MA) tiba-tiba datang membawa gunting sakti pada Agustus 2024. Tanpa perlu menunggu Harbolnas, vonis tersebut langsung dipangkas 50% menjadi 10 tahun. Sebuah diskon yang membuat manajer pemasaran e-commerce mana pun menangis minder.

​Tapi tunggu, masih ada bonus loyalty point!

​Agustus 2025: Hadiah HUT RI ke-80 sebesar 9 bulan.

​Desember 2025: Bonus Natal sebesar 1 bulan.

​Total “cashback” waktu? 10 bulan. Jika tren ini berlanjut, mungkin di tahun 2030, negara yang justru akan meminta maaf karena telah meminjam waktu beliau terlalu lama.

​”Kesibukan” yang Memerdekakan

​Pihak Lapas dengan nada penuh kebajikan melaporkan bahwa Ibu Putri “cukup sibuk” di bulan Desember. Di saat rakyat jelata sibuk cari diskon minyak goreng, Ibu Putri sibuk mengikuti pembinaan keagamaan. Hasilnya? Remisi.

​Ini adalah pelajaran berharga bagi para maling ayam atau pencuri jemuran di luar sana: Jika ingin hukuman cepat habis, pastikan Anda memiliki aura “istri legend”. Jangan hanya mencuri, tapi pastikan Anda sibuk berorganisasi di dalam sel agar kalender birokrasi luluh melihat ketulusan Anda.

Keadilan yang “Steril”Secara hukum? Oh, bersih sekali. Mengkilap. Tanpa noda suap (yang ketahuan) dan tanpa cela prosedur. UU Pemasyarakatan berdiri tegak melindungi proses ini. Semuanya sah! Semuanya legal!Bahwa ada rasa tidak enak di hati masyarakat? Ah, itu hanya “aura-aura tak sedap” yang bisa dihilangkan dengan menyeruput kopi. Masyarakat memang sering baper (bawa perasaan) menghadapi angka-angka. Mereka tidak paham bahwa dalam matematika keadilan kita, 20 tahun bisa sama dengan 8 tahun, tergantung siapa yang memegang sempoanya.Penutup yang Manis. Diperkirakan pada tahun 2032 atau 2033, Ibu Putri akan melangkah keluar dengan wajah segar di usia yang masih sangat matang untuk menikmati masa tua. Sementara itu, rakyat tetap memegang teguh hukuman seumur hidup mereka: Kecewa tanpa remisi.Karena di negeri ini, satu-satunya hal yang tidak pernah mendapat pengurangan adalah volume ketidakadilan. Selamat merayakan Natal birokrasi, semoga kita semua tertular keberuntungan administratif ini!

Copas dari FbCatatan Editor: Berita ini mengandung kadar sarkasme tinggi. Harap dikonsumsi sambil mengelus dada agar tidak sesak napas melihat kenyataan. Sumber:https://www.facebook.com/share/p/1FytgB21qU/